Kenali Jenis-jenis Hama Gudang Pangan dan Cara Mengatasinya

Senin, 04 Januari 2021

Kenali Jenis-jenis Hama Gudang Pangan dan Cara Mengatasinya
Mengatasi berbagai masalah hama gudang pangan pastinya memberi manfaat besar dalam jangka panjang. Seringkali, hama gudang pangan memberi efek buruk pada kualitas tanaman pangan ataupun hasil panen. Oleh karena itu, perlu adanya cara-cara mengatasinya ataupun pada tahapan awal mengenali dahulu seperti karakter dari setiap hama gudang pangan.

Hama Kumbang Bubuk Gabah

Pada dasarnya, jenis kumbang bubuk gabah ini cenderung menyerang sebuah lumbung pangan dengan berbagai produk padi. Kualitas gabah biasanya terlihat kurang utuh ataupun terdapat bagian berwarna hitam ataupun cokelat. Apabila sudah terkena hama kumbang bubuk gabah ini, hasil panen cenderung menurun dan akhirnya hasil panenan cenderung tidak berkualitas.

Syarat utama menghilangkan kumbang gubuk gabah ini adalah membersihkan tempat penyimpanan dan menyediakan sirkulasi udara yang lebih baik. Pada tingkat lebih parah, dibutuhkan penjemuran gabah untuk mengurangi intensitas serangan kumbang bubuk gabah ini.

Kumbang Biskuit

Jenis kumbang biskuit ini cenderung memberi dampak kurang baik pada beberapa jenis bahan pangan. Ukuran kumbang biskuit ini dapat mencapai 5mm, berwarna cokelat muda dan memiliki antena 3 cabang.

Perkembangan dari kumbang biskuit ini cenderung cepat hanya sampai 210 hari untuk dapat berkembang biak. Sirkulasi hidup pada usia dewasa bisa mencapai 65 hari. Cara menghilangkan kumbang biskuit ini cukup mudah yakni menempatkan produk pangan lebih tertata. Penggunaan pestisida khusus penghilang kumbang biskuit dilakukan ketika kondisi hama sudah tidak dapat dikendalikan.

Kumbang Padi Karatan

Habitat dari kumbang padi karatan ini cenderung ada di dalam tumpukan gabah ataupun pada timbunan beras. Berwarna coklat kemerahan dengan karakter tubuh lebih tipis dibandingkan kumbang lainnya. Siklus hidup dari kumbang padi karatan ini dapat mencapai 23 hari.

Untuk dapat menghilangkan kumbang padi karatan ini cukup mudah yakni mengandalkan proses penyimpanan padi dengan lebih tertata. Menjaga sirkulasi udara agar tidak lembab, kemudian melakukan pemberian pestisida secara berkala pada sekitar lingkungan tempat penyimpanan gabah.

Kumbang Khapra

Seperti kita tahu, kumbang khapra ini memiliki habitat lebih sulit diprediksi, bahkan dari ukurannya hanya mencapai 2mm saja. Warna tubuhnya terlihat coklat dan memiliki penutup sayap berbentuk oval. Dalam satu kumbang wanita memiliki jumlah telur mencapai 35, dan dalam 1 bulan akan menyelesaikan siklus hidupnya.

Kerusakan yang ditimbulkan dari kumbang khapra ini adalah menghilangkan kulit luar pada padi dan menghisap hasil pangan dalam waktu cepat. Pada situasi lebih parah, kumbang khapra ini dapat dihilangkan dengan melakukan penyemprotan pestisida di sekitar tempat gudang penyimpanan. Dan, perhatikan dari kebersihan tempat sekitar gudang penyimpanan.

Kumbang Kopra

Fakta bahwa ada hama gudang pangan bernama kumbang kopra ini sering menyerang pada makanan ataupun produk rempah-rempah. Bahkan untuk masa hidup dari kumbang kopra ini cenderung lebih lama dapat sampai 14 bulan. Karena itulah, masa hidup kumbang kopra ini menjadi sumber masalah pada sebuah gudang pangan.

Rata-rata pergerakan dari kumbang kopra ini cenderung lambat, akan tetapi berpotensi menyerang manusia. Untuk menghilangkannya perlu dilakukan penyemprotan pestisida ataupun ramuan alami dengan komposisi bahan-bahan khusus. Ataupun, dapat menggunakan cara sederhana yakni melakukan pembersihan secara berkala.

Hingga sekarang masalah pada gudang pangan masih cenderung sulit dikendalikan karena kecepatan dari perkembangbiakan hama itu sendiri. Masih perlu adanya pengendalian hama yang selama ini perlu dicapai dengan metode sederhana dan penggunaan pestisida secara terkontrol.