Mengenal Berbagai Metode Perancangan Tata Letak Gudang

Selasa, 01 Desember 2020

Mengenal Berbagai Metode Perancangan Tata Letak Gudang
Mengelola gudang membutuhkan pengetahuan yang memadai terkait tata letak gudang. Untuk memahami fungsi gudang dan memetakan gudang dengan baik sesuai fungsinya, Anda perlu mengetahui berbagai macam karakteristik gudang berdasarkan material-material yang akan disimpan. Informasi ini akan membantu Anda mengawali proses tata letak gudang yang tepat.

1. Penyimpanan Bahan Baku (Raw Material)

Bahan baku sering mendapatkan sebutan stock. Gudang atau bagian gudang tertentu yang digunakan untuk menyimpan barang jenis ini sering disebut stock room. Umumnya, bahan baku disimpan di dalam bangunan gudang, atau indoor. Tetapi, tidak menutup kemungkinan beberapa bahan baku disimpan di luar, atau outdoor, untuk alasan efisiensi tempat.

2. Penyimpanan Bahan Produksi Berjalan (Working Process)

Bahan produksi yang dimaksud adalah bahan baku yang telah melalui sebagian tahap produksi dan disimpan untuk menunggu tahap produksi sisanya entah karena alasan menunggu mesin atau operator. Bahan produksi yang termasuk dapat berupa barang berjumlah kecil yang dapat diletakkan dekat dengan stasiun kerja, atau barang berjumlah besar yang harus mendapatkan tempat khusus lain yang masih dekat dengan area produksi.

3. Penyimpanan Barang Jadi (Finished Products)

Barang jadi, atau barang siap pakai, adalah bahan yang telah melewati semua tahap produksi. Gudang khusus untuk menyimpan barang jenis ini sering disebut sebagai warehouse. Lokasi barang ini harus berdekatan dengan area pengepakan untuk mengantisipasi permintaan pengiriman sewaktu-waktu. Divisi gudang, pengepakan dan pengiriman harus berkolaborasi dengan baik di lokasi ini.

4. Penyimpanan Barang Persediaan (Supplies)

Barang persediaan adalah barang-barang yang tidak digunakan di dalam produksi dan sifatnya hanya menunjang kelancaran proses produksi. Beberapa di antaranya adalah material pengemasan, perawatan, komponen, peralatan kantor, dan sebagainya.

5. Penyimpanan Komponen Jadi (Finished Parts)

Berbeda dengan barang jadi, barang ini berupa bagian dari barang jadi yang masih memerlukan proses perakitan untuk menjadi barang jadi. Penyimpanan komponen jadi sebaiknya berada berdekatan dengan area perakitan atau produksi.

6. Penyimpanan Barang Perbaikan (Salvage)

Beberapa barang dihasilkan cacat tetapi masih dapat diperbaiki. Barang semacam ini sering disebut sebagai barang miss-processed. Barang semacam ini perlu diberikan satu tempat khusus yang tidak jauh letaknya dengan area produksi.

7. Penyimpanan Sementara Buangan (Scrap & Waste)

Berbeda dengan barang salvage, beberapa barang tidak mungkin lagi diperbaiki dan berakhir menjadi buangan atau sampah. Barang semacam ini sering disebut scrap, yaitu meliputi material cacat tidak dapat diperbaiki. Selain itu ada pula limbah, atau waste, yaitu reside hasil produksi seperti zat tertentu, potongan logam dan bahan lainnya yang tidak berguna lain.

Memahami beragam barang yang mungkin disimpan di dalam sebuah gudang dan fakta bahwa di dalam satu gudang seringkali menyimpan lebih dari satu macam barang akan membantu Anda mendapatkan gambaran bagaimana meletakkannya di dalam gudang.

Apapun pendekatan tata letak yang Anda pilih, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Dimana meletakkannya
(2) Bagaimana menyusunnya agar aman
(3) Bagaimana melindunginya dari kerusakan
(4) Bagaimana membersihkannya secara rutin
(5) Bagaimana memasukkan, mendata dan mengeluarkannya dengan mudah

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum bekerja keras untuk mendesain tata letak yang baik untuk barang-barang perusahaan Anda. Memilih gudang yang luas di lokasi yang strategis adalah satu hal, dan bagaimana memanfaatkan gudang itu secara optimal adalah tantangan yang sama sekali berbeda.