Tips Sewa Gudang Agar Stok Tetap Aman

Senin, 09 November 2020

Tips Sewa Gudang Agar Stok Tetap Aman
Menjaga stok tetap aman adalah salah satu hal yang perlu dilakukan di dalam sistem pengelolaan gudang. Oleh karena itu, hal ini harus mendapatkan perhatian serius. Begitu barang sampai di gudang, divisi terkait harus segera memisahkannya sesuai dengan klasifikasi sesuai dengan standar operasional gudang. Pertanyaannya, apakah proses penyimpanan sesederhana itu? Nyatanya, tidak sama sekali. Ada beberapa rangkaian proses yang harus dipenuhi sebelum barang disimpan, saat penyimpanan, dan setelah barang dikeluarkan sesuai permintaan perusahaan. Ini penting demi menjaga stok tetap aman dan keseluruhan proses produksi menjadi lancar. Bagaimanapun juga stok adalah asset yang perlu dijaga. Ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga stok tetap aman.

1. Memberikan Pelindung Apabila Dibutuhkan

Begitu stok sampai di gudang, divisi terkait sebaiknya melihat jenis dari setiap stok yang akan disimpan di dalam gudang. Apabila stok termasuk barang yang mudah terpengaruh oleh temperature dan kelembaban, ada baiknya memberi pelindung plastik dengan silicon penyerap udara di dalamnya. Ini akan membantu stok tetap dalam keadaan kering dan aman.

2. Memberi Kode dan Label

Setiap perusahaan pasti memiliki jumlah stok yang beragam, dalam hal jenis, bentuk, warna dan ukuran. Untuk itu, Anda perlu menyusun sebuah sistem klasifikasi yang menggunakan kode, yang tercetak di dalam label, berupa kombinasi huruf, angka, dan warna yang memudahkan divisi terkait memisahkan stok dalam berbagai jenis berdasarkan labelnya.

3. Meletakkan Barang sesuai Layout

Dengan bantuan label berisi kode, divisi terkait dapat meletakkan stok di tempat yang sesuai. Normalnya barang disusun dengan aturan barang yang besar dan berat di bawah sedangkan barang yang kecil dan ringan di atas. Apabila diperlukan, Anda dapat menambahkan jala atau jaring di belakang rak untuk mencegah stok jatuh.

4. Melakukan Inventaris Menyeluruh secara Berkala

Dengan mengetahui kode dan letak stok dengan kode tersebut, Anda hanya perlu memastikan ketersediaan stok berdasarkan kode. Ini dilakukan secara berkala untuk memastikan jumlah dan kualitasnya. Akan lebih efisien apabila ini dilakukan bersamaan atau sesudah proses sanitasi karena pada saat sanitasi semua barang baiknya harus dipindahkan keluar terlebih dahulu.

5. Memisahkan Barang Lama dan Baru

Berdasarkan hasil inventaris, Anda dapat mengetahui stok yang lama dan baru sehingga akan lebih mudah memisahkan keduanya. Informasi ini akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan terkait keduanya. Beberapa perusahaan mungkin akan memprioritaskan barang lama untuk digunakan terlebih dahulu. Beberapa lainnya mungkin hanya akan menggunakan barang yang baru dan menjual barang lama ke pihak lain dengan harga yang lebih murah. Hal ini terkait kebijakan perusahaan masing-masing.

6. Mengurangi stok Barang yang Tidak Terlalu Penting

Berdasarkan hasil inventaris, Anda juga dapat melihat bagaimana alur keluar masuk barang. Anda akan menemukan beberapa barang lebih cepat keluar, sedangkan barang lain cenderung 'mangkrak' di gudang dalam waktu yang lama. Selanjutnya, Anda dapat lebih memprioritaskan pengadaan barang yang mudah habis saja agar tidak terlalu membebani kas perusahaan.

Stok adalah bagian dari aset perusahaan. Bagaimanapun caranya, semua pihak di dalam perusahaan harus dapat bertanggungjawab untuk memastikan keamanannya. Aman di sini tidak hanya terkait jumlah tetapi juga kualitas. Dengan tujuh tips ini, diharapkan perusahaan dapat meminimalkan jumlah stok yang rusak atau cacat akibat penyimpanan yang salah.